MicroPython menjadi salah satu bahasa pemrograman yang semakin populer dalam dunia embedded sytem dan Insternet of Things (IoT). Bahasa pemrograman ini adalah versi ringan dari Python yang dirancang untuk berjalan pada perangkat mikrokontroler seperti ESP32, papan dari Arduino, maupun komputer mini seperti Raspberry Pi. Dengan sintaks yang sederhana dan mudah dipahami, MicroPython sangat cocok bagi pemula yang ingin belajar pemrograman perangkat keras sekaligus membangun proyek elektronik berbasis kode.
Baca juga: Tutorial Remote Raspberry Pi Tanpa Monitor - SSH & VNC Lengkap untuk Pemula
Sebelum membuat proyek yang lebih kompleks seperti membaca sensor, mengontrol motor, atau membangun sistem otomatisasi, langkah pertama yang wajib dipahami adalah struktur dasar pemrograman MicroPython. Struktur ini mencakup konsep fundamental yang selalu muncul dalam hampir semua program, yaitu variabel, percabangan (kondisional), perulangan (looping), dan fungsi (function). Tanpa memahami empat konsep ini, akan sulit untuk mengembangkan logika program yang lebih kompleks, efisien, dan mudah dikembangkan di masa depan.
Pada artikel ini akan membahas secara sederhana dan praktis mengenai struktur dasar MicroPython beserta cara kerjanya. Dengan memahami cara menyimpan data menggunakan variabel, membuat keputusan dengan percabangan, menjalankan kode berulang menggunakan perulangan, serta menyusun program modular dengan fungsi, Anda akan memiliki fondasi kuat untuk mulai membuat berbagai proyek MicroPython sendiri, baik untuk pembelajaran, eksperimen, maupun kebutuhan industri skala kecil.
Struktur Dasar Pemrograman MicroPython
1. Variabel
Variabel adalah tempat menyimpan suatu nilai dalam program. Pada MicroPython, pembuatan variabel tidak memerlukan deklarasi tipe data secara langsung karena bahasa pemrograman ini bersifatdynamically typed. Untuk mencobanya, ketikkan kode program seperti gambar dibawah ini, lalu klik Run. Setelah dijalankan, nilai yang telah Anda masukkan sebelumnya akan muncul pada terminal.
Variabel dapat digunakan untuk menampung beragam tipe data, seperti teks (string), bilangan (integer maupun float), dan nilai logika (boolean). Sebaiknya gunakan nama variabel yang jelas dan mudah dipahami, serta hindari penggunaan spasi.
2. Percabangan (Kondisi)
Percabangan berfungsi agar program dapat menentukan pilihan berdasarkan suatu kondisi. Pada MicroPython, struktur if, elif, dan else digunakan untuk mengontrol alur program berdasarkan kondisi tertentu. Untuk mencobanya, ketikkan kode program seperti pada contoh gambar di bawah ini, lalu klik Run. Setelah dijalankan, hasilnya akan ditampilkan pada terminal.
Gunakan indentasi (tab atau 4 spasi) dengan benar setelah if, elif, dan else. Kesalahan indentasi akan membuat program error.
3. Perulangan (Looping)
Perulangan berfungsi untuk mengeksekusi sekolompok kode secara berulang. Pada MicroPython, terdapat dua bentuk perulangan yang umum digunakan, yaitu for dan while.
a) for Loop
Digunakan ketika jumlah pengulangan sudah ditentukan sebelumnya. Untuk mencobanya, ketikkan kode program seperti pada gambar di bawah ini, lalu klik Run. Setelah dijalankan, hasilnya akan muncul pada terminal.
Fungsi range(5) akan menghasilkan urutan angka mulai dari 0 hingga 4, sehingga perulangan terjadi sebanyak lima kali.
b) while Loop
Digunakan ketika jumlah perulangan ditentukan oleh suatu kondisi. Untuk mencobanya, ketikka kode program seperti pada gambar di bawah ini, lalu klik Run. Setelah program dijalankan, hasilnya akan tampil di terminal.
Pastikan kondisi pada while dapat berubah menjadi False, agar program tidak mengalami infinite loop (perulangan tanpa henti).
4. Fungsi (Function)
Fungsi adalah sekumpulan kode yang dibuat untuk menjalankan tugas tertentu. Dengan menggunakan fungsi, struktur program menjadi lebih rapi, modular dan mudah dipahami.
Contoh fungsi sederhana:
Fungsi dengan parameter:
Fungsi dapat menerima masukan berupa parameter dan mengembalikan hasil menggunakan perintah return.
Dengan memahami konsep variabel, percabangan, perulangan, dan fungsi, Anda telah menguasai dasar penting dalam pemrograman MicroPython. Setelah itu, Anda bisa mulai menerapkan logika tersebut pada proyek nyata, seperti membaca data sensor, mengontrol LED, maupun membuat sistem otomasi sederhana.
Memahami struktur dasar MicroPython adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin serius mempelajari pemrograman mikrokontroler. Variabel membantu menyimpan dan mengelola data selama program berjalan, percabangan memungkinkan program mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu, perulangan membuat eksekusi kode lebih efisien tanpa harus menulis ulang instruksi, sedangkan fungsi membantu menyusun program agar lebih terstruktur dan mudah dipelihara. Keempat konsep ini bukan hanya berlaku di MicroPython, tetapi juga menjadi fondasi di hampir semua bahasa pemrograman modern. Dengan menguasainya sejak awal, proses belajar lanjutan akan terasa jauh lebih mudah karena Anda sudah memahami cara berpikir logis dalam pemrograman. Inilah alasan mengapa banyak pengembang pemula dianjurkan untuk fokus dulu pada logika dasar sebelum mencoba proyek yang terlalu kompleks.
Setelah menguasai variabel, percabangan, perulangan, dan fungsi, Anda sudah siap melangkah ke tahap berikutnya dalam pengembangan proyek MicroPython. Anda bisa mulai menggabungkan konsep tersebut untuk membuat program yang membaca data sensor, mengontrol LED, menampilkan informasi di layar LCD, hingga membangun sistem otomatisasi sederhana. Bahkan, konsep yang sama bisa diterapkan untuk membuat proyek IoT seperti monitoring suhu ruangan, sistem penyiraman otomatis, atau alarm berbasis gerak. Semakin sering Anda berlatih, semakin mudah pula memahami struktur program yang lebih besar. Oleh karena itu, jangan hanya membaca teori, tetapi cobalah langsung menulis kode, mengubah nilai variabel, memodifikasi kondisi percabangan, dan membuat fungsi sederhana sendiri. Dengan latihan konsisten, Anda akan lebih cepat mahir menggunakan MicroPython dan siap mengembangkan proyek-proyek yang lebih profesional di masa mendatang.
Baca juga: Praktik Dasar GPIO Raspberry Pi - Cara Mengontrol LED dan Membaca Tombol dengan Python
Dalam praktik, hasil dan kendala yang ditemui bisa berbeda tergantung perangkat, konfigurasi, versi library, dan sistem yang digunakan.
- Diskusi umum dan tanya jawab praktik: https://t.me/edukasielektronika
- Kendala spesifik dan kasus tertentu: http://bit.ly/Chatarduino












0 Komentar