Perkembangan teknologi embedded system dan Internet of Things (IoT) menghadirkan berbagai pilihan board pengembangan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembelajaran dasar hingga aplikasi industri yang kompleks. Beberapa board yang paling populer dan sering dibandingkan adalah Raspberry Pi, Arduino Uno, ESP32, dan STM32 (Blue Pill/Nucleo). Masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, serta keterbatasan yang berbeda. Oleh karena itu, memahami perbandingan teknis di antara board-board ini sangat penting sebelum menentukan pilihan yang tepat untuk suatu proyek.

Baca juga:
Apa itu Raspberry Pi?

Di bawah ini adalah tabel perbandingan Raspberry Pi, Arduino Uno, ESP32, dan STM32 (Blue Pill / Nucleo) berdasarkan spesifikasi dan perkembangan teknis terbaru hingga tahun 2025:

 

 

Dari segi tipe board, Raspberry Pi termasuk kategori Single Board Computer (SBC) atau komputer mini. Artinya, Raspberry Pi berfungsi layaknya komputer lengkap dalam satu papan sirkuit. Board ini sudah memiliki prosesor, RAM, port HDMI, USB, jaringan, serta dapat menjalankan sistem operasi secara penuh. Berbeda dengan Raspberry Pi, Arduino Uno, ESP32, dan STM32 merupakan mikrokontroler, bukan komputer mini. Mikrokontroler dirancang untuk menjalankan tugas spesifik secara efisien dan biasanya digunakan pada sistem tertanam (embedded system) yang tidak membutuhkan sistem operasi kompleks.

 

Jika dilihat dari arsitektur CPU, Raspberry Pi menggunakan prosesor ARM Cortex-A (seperti A53, A72, dan seri lainnya tergantung tipe), yang umum digunakan pada perangkat seperti smartphone atau mini PC. Arduino Uno menggunakan AVR ATmega328P, yaitu mikrokontroler 8-bit yang sederhana dan cocok untuk pemula. ESP32 sudah menggunakan arsitektur Tensilica Xtensa LX6 dual-core 32-bit, sehingga jauh lebih modern dan bertenaga dibanding Arduino Uno. Sementara itu, STM32 menggunakan arsitektur ARM Cortex-M (M0, M3, M4, M7 tergantung tipe), yang terkenal stabil dan banyak digunakan dalam aplikasi industri maupun sistem real-time.

 

Dari sisi kecepatan CPU, Raspberry Pi jelas unggul dengan rentang kecepatan sekitar 700 MHz hingga 2,4 GHz, tergantung modelnya. Kecepatan ini setara dengan komputer mini dan sangat cocok untuk multitasking berat. Arduino Uno hanya berjalan pada 16 MHz, yang cukup untuk tugas-tugas dasar seperti membaca sensor dan mengontrol aktuator sederhana. ESP32 memiliki kecepatan hingga 240 MHz, menjadikannya jauh lebih cepat dibanding Arduino dan cukup kuat untuk aplikasi IoT serta pemrosesan data ringan. STM32 berada pada kisaran 72 MHz hingga 480 MHz, tergantung tipe, sehingga performanya bisa sangat tinggi terutama pada seri Cortex-M7.

 

Kapasitas RAM juga menjadi pembeda signifikan. Raspberry Pi memiliki RAM mulai dari 512 MB hingga 8 GB, memungkinkan menjalankan sistem operasi Linux, aplikasi Python, server web, bahkan pemrosesan AI ringan. Arduino Uno hanya memiliki 2 KB SRAM, sangat terbatas dan hanya cukup untuk program sederhana. ESP32 memiliki sekitar 520 KB SRAM, jauh lebih besar dibanding Arduino dan cukup untuk aplikasi IoT kompleks. STM32 memiliki RAM bervariasi antara 20 KB hingga 512 KB, tergantung seri yang digunakan.

 

Dalam hal memori penyimpanan, Raspberry Pi menggunakan microSD card sebagai media utama, bahkan bisa mencapai kapasitas ratusan gigabyte. Arduino Uno memiliki 32 KB Flash, sedangkan ESP32 menyediakan sekitar 4 MB hingga 16 MB Flash. STM32 memiliki kapasitas flash bervariasi, mulai dari sekitar 64 KB hingga 2 MB, tergantung tipenya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Raspberry Pi jauh lebih fleksibel untuk aplikasi yang memerlukan penyimpanan besar seperti database atau sistem logging skala besar.

 

Salah satu keunggulan utama Raspberry Pi adalah kemampuannya menjalankan sistem operasi seperti Raspberry Pi OS (berbasis Linux), Ubuntu, dan lainnya. Hal ini memungkinkan penggunaan bahasa pemrograman tingkat tinggi, multitasking, serta pengembangan aplikasi kompleks. Sebaliknya, Arduino Uno, ESP32, dan STM32 tidak menjalankan sistem operasi penuh. ESP32 dan STM32 memang dapat menggunakan RTOS (Real-Time Operating System), tetapi tetap berbeda dengan sistem operasi desktop seperti Linux.

 

Dari sisi konektivitas nirkabel, Raspberry Pi (mulai seri 3 ke atas) sudah dilengkapi WiFi dan Bluetooth. ESP32 bahkan sejak awal sudah memiliki WiFi dan Bluetooth terintegrasi, menjadikannya pilihan populer untuk proyek IoT nirkabel. Arduino Uno tidak memiliki fitur WiFi atau Bluetooth bawaan dan memerlukan modul tambahan. STM32 juga umumnya tidak memiliki konektivitas nirkabel bawaan, kecuali tipe tertentu.

 

Jumlah GPIO juga menjadi pertimbangan penting. Raspberry Pi memiliki sekitar 26–40 pin GPIO tergantung model. Arduino Uno memiliki 14 pin digital dan 6 pin analog, cukup untuk proyek dasar. ESP32 menyediakan sekitar 34 GPIO multifungsi, sedangkan STM32 bisa memiliki 37–80 GPIO tergantung tipe dan kemasan board. Dalam hal fleksibilitas pin, STM32 dan ESP32 menawarkan opsi konfigurasi yang cukup luas.

 

Untuk komunikasi, Raspberry Pi mendukung UART, SPI, I2C, HDMI, USB, dan Ethernet. Arduino Uno mendukung UART, SPI, dan I2C. ESP32 lebih lengkap dengan dukungan UART, SPI, I2C, ADC, DAC, serta fitur komunikasi nirkabel. STM32 juga mendukung berbagai protokol seperti UART, SPI, I2C, CAN, ADC, DAC, yang sangat cocok untuk aplikasi otomasi industri dan sistem kendaraan.

 

Dari sisi harga, Arduino Uno umumnya berada di kisaran harga yang lebih terjangkau dibanding Raspberry Pi. ESP32 juga relatif ekonomis dengan fitur yang sangat lengkap. STM32 memiliki variasi harga tergantung tipe, sementara Raspberry Pi cenderung lebih mahal karena fungsinya sebagai komputer mini.

 

Konsumsi daya menjadi faktor penting dalam proyek berbasis baterai. Raspberry Pi memiliki konsumsi daya yang relatif tinggi, sekitar 5V 2–2,5A, sehingga kurang cocok untuk perangkat ultra-low power. Arduino Uno sangat hemat daya, biasanya di bawah 100 mA pada 5V. ESP32 dan STM32 juga tergolong hemat daya dan mendukung mode sleep, sehingga cocok untuk perangkat IoT berbasis baterai.

 

Dari segi kelebihan utama, Raspberry Pi unggul dalam kemampuan menjalankan sistem operasi, pemrograman tingkat tinggi, serta multitasking. Arduino Uno unggul dalam kemudahan penggunaan dan cocok untuk pemula. ESP32 unggul dalam performa tinggi dengan WiFi/Bluetooth terintegrasi. STM32 dikenal sangat stabil, presisi tinggi, dan banyak digunakan dalam aplikasi industri profesional.

Namun, masing-masing juga memiliki kekurangan. Raspberry Pi lebih boros daya dan kurang ideal untuk sistem real-time presisi tinggi. Arduino Uno memiliki keterbatasan performa dan memori. ESP32 meskipun powerful, konsumsi dayanya bisa cukup tinggi saat WiFi aktif. STM32 memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dan biasanya memerlukan pemahaman teknis yang lebih mendalam.

 

Jika dilihat dari kecocokan penggunaan, Raspberry Pi ideal untuk proyek AI, machine learning ringan, server mini, dan sistem IoT kompleks. Arduino Uno cocok untuk pembelajaran mikrokontroler dasar dan proyek sederhana. ESP32 sangat cocok untuk IoT nirkabel dan sistem kontrol pintar. STM32 lebih tepat digunakan pada sistem real-time, otomasi industri, dan aplikasi robotik.

 

Tidak ada board yang benar-benar paling unggul untuk semua kebutuhan. Pemilihan board harus disesuaikan dengan tujuan proyek, kebutuhan performa, konsumsi daya, serta anggaran. Raspberry Pi unggul sebagai komputer mini serbaguna, sedangkan Arduino, ESP32, dan STM32 lebih fokus pada kontrol perangkat keras secara langsung dan efisien. Dengan memahami perbandingan ini, pengembang dapat menentukan solusi terbaik sesuai kebutuhan teknis dan skala proyek yang akan dikembangkan. 

 

Baca juga: Varian Raspberry Pi  

Dalam praktik, hasil dan kendala yang ditemui bisa berbeda tergantung perangkat, konfigurasi, versi library, dan sistem yang digunakan.